PENGUMUMAN UNNES

BERITA UNNES

Thursday, March 3, 2011

Artikel Ilmiah

KOMUNIKASI PERSUASIF KAMPANYE CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA SEMARANG PERIODE 2010-2014 PADA MEDIA LUAR RUANG (BALIHO DAN SPANDUK) DI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG

Wiyanto

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang Kode Pos (50229)



ABSTRAK

Kampanye pemilu merupakan proses menyampaikan pesan-pesan politik yang salah satu fungsinya memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Setiap kandidat politik berusaha merekrut masa sebanyak-banyaknya melalui pesan-pesan politik yang disampaikan pada saat kampanye. Media luar ruang, seperti spanduk dan baliho yang berukuran kecil sampai yang berukuran besar dan dilengkapi dengan kata-kata yang menarik perhatian, menjadi pilihan setiap pasangan kandidat pilwakot Semarang dan sebagai wujud representati masing-masing pasangan kandidat. Penelitian ini untuk mengetahui tema, isi, dan implikatur dari pesan kampanye calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang periode 2010-2014 pada media luar ruang (baliho dan spanduk) di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan semiotika. Sumber data berupa pesan-pesan yang termuat pada media luar ruang (spanduk dan baliho), data diperoleh dari survei langsung di jalan-jalan raya tempat baliho dan spanduk dipasang pada saat kampanye kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang periode 2010-2014. Hasil penelitian diketahui bahwa tema yang diusung pada kampanye pilwakot Semarang tahun 2010 adalah kapabilitas calon, lingkugan, kesejahteraan, perubahan, harapan, dan persatuan. Isi dari pesan yang ada pada media luar ruang adalah menyangkut program dan pencitraan kandidat. Implikatur yang muncul dari pesan pada media luar ruang berdampak pada kandidat, dan lawan kandidat. Namun, pada intinya pesan yang ada pada media adalah untuk menarik simpati masyarakat yang sebesar-besarnya agar pada waktu pemilihan memilihnya. Sehingga menuntut pemahaman masyarakat untuk mengerti, memahami, dan mengetahui maksud yang tersirat dari setiap pesan yang muncul dan pemilih agar memilih kandidat dengan cerdas.

Kata kunci: Komunikasi persuasif, Kampanye, media, implikatur

Wednesday, February 2, 2011

Self Motivation

"Self Motivation"
wening ing cipta, pasrah ing rasa, kanthi sumunaring budhi. Mugya kita sami tansah manggih ing kaharjan. Hamemayu hayuning bawana, sura dira jaya diningrat lebur dening pangastuti. wilujeng rahayu kang tinemu banda lan bejo kang teko

Sunday, December 26, 2010

CARA MEMBUAT SIRUP BENGKUANG DAN DODOL BENGKUANG


© 2010

Panduan Pembuatan SIRUP BENGKOANG

DODOL BENGKUANG

TIM KKN Lokasi Unnes Periode II Kependidikan

Desa Blorok Kec. Brangsong Kab. Kendal

November-Desember 2010


Mahasiswa: KKN Bulan November-Desember 2010

Wiyanto, sigit, ayus, nafis

intan, linda, ana, amir, sara


CARA MEMBUAT DODOL BENGKUANG DAN SIRUP BENGKUANG

Oleh:

Wiyanto, dkk

3401407052

Wiyanto_civiceducation07@yahoo.com

CARA PEMBUATAN SIRUP BENGKOANG

Bahan:

a) 1 kg bengkoang

b)


1 kg gula pasir

c) ½ sd teh asam sitrat (sitrun)

d) ½ sd teh natrium benzoat (pengawet)

Cara membuat:

1) Bengkoang dikupas lalu diparut dan dimasukkan dalam baskom, ditambahkan dengan 0,5 kg gula pasir, diaduk rata dan didiamkan selama semalam

2) Keesokan hari diambil airnya dengan cara disaring, ditambahkan 3 gelas air putih

3) Air bengkoang yang telah diperas tadi ditambahkan 0,5 kg gula pasir, kemudian didihkan sampai gulanya larut selama 5 menit, tambahkan dengan ½ sd teh asam sitrat (sitrun) dan ½ sd teh natrium benzoat, diaduk, angkat dan dinginkan .

4) Setelah dingin sirup dapat dimasukkan dalam botol steril (botolnya direbus selama ½ jam ). Setelah sirup dimasukkan dalam botol, dikukus selama ½ jam.


CARA PEMBUATAN DODOL BENGKOANG

Bahan:

a) ½ kg ampas bengkoang

b) ¼ kg bengkoang yang telah diparut

c) ½ kg gula merah

d) ¼ kg gula pasir

e) 1 sd teh garam

f) ¼ kg tepung ketan putih

g) ¼ kg tepung beras

h) 1 butir kelapa besar dibuat 1 gelas santan kental dan 1 gelas santan cair

Cara membuat

1) Tepung ketan dan tepung beras dicampur kemudian ditambahkan 1 gelas santan cair. (adonan 1 )

2) Ampas bengkoang dicampur dengan bengkoang yang telah diparut, kemudian tambahkan 1 gelas santan cair (adonan 2)

3) Gula merah disisir, dicampur dengan gula pasir dan santan kental, lalu direbus.

4) Tambahkan garam, dan masukkan adonan 1 (tepung yang dicairkan tadi dimasukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk terus).

5) Adonan 2 dimasukkan sambil diaduk-aduk terus sampai adonan dodol menjadi kalis (tidak lengket dan keluar minyak).

6) Dodol dituang dalam Loyang , diratakan ,dinginkan, dipotong dan dijual